Jumat, 10 Maret 2017

PUTHUK BAHORO



Assalamu'alaikum.wr.wb
langsung aja mengenai cerita desa kami ya?
Di suatu tempat terdapatlah sebuah kampung kecil yg bernama SANGKRAH, kenapa di namakan sangkrah? karena kata sangkrah berasal dari bahasa jawa yang memliki arti SAMPAH, rumah kami terjejer di pinggir kali dan banyak sampah yang tersaring oleh segerombol bambu, apa lagi sehabis banjir, banyak sampah yang berhenti dan berceceran dipinggir-pinggir rumah kami, dari itulah desa kami dinamakan SANGKRAH.
kehidupan kami mayoritas 98% tani.
selang waktu kemudian kepala desa memboyong kami untuk pindah ke tempat yang layak huni, gak jauh sih mungkin sekitar 600meter ke utara dari kampung kami, di situ tanahnya lebih tinggi dan bebas dari banjir.
KAMPUNG KAMI PINDAH NAMA BANJARMELATI.
kenapa setelah pindah terus ganti nama BANJARMELATI, BANJAR artinya berjejer/tersusun, MELATI sebuah bunga yang indah, semua rumah kami berjejer indah dan rapi jadi timbulah gagasan dengan nama BANJARMELATI (berjejer indah).
kampung kami sih resmi brnama BANJARMELATI tapi banyak orang disekitar kampung kami yang menyebut dengan nama PUTHUK, karena tanahnya yg tinggi.
nama BANJARMELATI lama kelamaan terdengar asing di telinga kami padahal BANJARMELATI itu nama yang resmi bahkan sudah masuk di pembukuaan penduduk negara sedangkan nama PUTHUK hanya sebutan orang kampung di sekitar kami belaka.
semakin lama semkin banyak penduduknya, baik yang pendatang maupun bertambahnya anak cucu penduduk.
dulu untuk mengejar ilmu di atas SD kami harus mengnyam ilmu di luar kecamatan bangilan, karena akses jalan smp 1 bangilan lebih rumit di banding smp-smp di luar kecamtan yang bisa di akses lewat bus, kalau smp 1 bangilan harus di akses pake sepeda roda dua, dan kamipun pada zaman itu awam masalah sepdah motor dan terlalu jauh di akses pakai sepeda onthel,
semkin bertambahnya zaman berdirilah tepat di depan gang kampung kami SMP2BANGILAN dan terdapat pula di kmpung sebelah di dirikan SMA 1 BANGILAN.
dan semua vasilitas pendidikan sekarang penduduk BANJARMELATI merasa terpenuhi.
dan kmi berharap semoga kedepannya zaman tersedia vasilitas2 lainnya yang bisa di gunakan penduduk BANJARMELATI.
dan itulah sepenggal kisah desa kami,
kami memiliki setandan pisang mari kita makan bila berkenan, dan jangan bertanya dari mana pisang saya dapatkan.
terima kasih.
Assalamualaikum.wr.wb

1 komentar:

J.T.Rianto mengatakan...

Terimakasih telah membaca artikel yang saya posting, silahkan tinggalkan jejak dengan berkomentar, jika ada hal yang perlu di tanyakan silahkan tinggalkan pesan di kotak komentar, dan jangan lupa sebelum berkomentar ada baiknya di jaga tata bahasa nya, No Spam and No junk ok ^_^